Tutorial membersihkan kamera DSLR Nikon - prinsipnya sama juga untuk merk lain seperti Canon, Sony, Pentax.
bath towels, car Cleaning products, cleaning productsm cleaning suppliesm cleaning toolsm clodi murah, cloth diaper microfiber, cloth diaper untuk bayi baru lahir, cloth diapers indonesia, dust mops, glasses cleaning cloth, handuk, handuk bayi, handuk hotel, handuk kimono, handuk kimono murah, handuk microfiber kaskus, handuk microfiber murah, handuk murah, handuk souvenir
Rabu, 28 Januari 2015
Kamis, 22 Januari 2015
Cara Tepat Membersihkan Busi Motor
Meski bentuknya kecil dan terlihat sepele, busi bagi motor atau mobil memiliki fungsi penting. Peranti ini bertugas memantikan api listrik dalam sebuah rangkaian proses pembakaran bahan bakar dan udara di mesin.
Bila tidak ada api, proses pembakaran tidak akan terjadi. Mesin pun tidak bakal aktif alias mogok. Namun, sedikit sekali orang yang peduli atau menyadari merawat busi. Mungkin karena jarang bermasalah.
Memang, dua cara di atas selama ini telah kerap dilakukan oleh hampir setiap orang yang memiliki sepeda motor dan pernah mengalami gangguan pada busi. Hanya, tidak sedikit cara pembersihan tersebut ternyata tidak tepat.
Lantas, seperti apa cara membersihkan busi yang tepat? Apa saja akibat dari ketidaktepatan perlakuan itu? Berikut penjelasannya.
1. Jangan mengampelas elektroda.
Selama ini orang sering mengampelas bagian elektroda dan kepala busi saat membersihkan kotoran yang menempel di bagian tersebut. Memang, cara seperti itu tidak salah. Toh, hasilnya memang terbukti ampuh karena busi langsung memantikan api yang lumayan besar. Tapi, bila cara seperti ini dilakukan tidak hati-hati, justru akan memperpendek umur busi.
Pasalnya, akibat gesekan kertas ampelas dengan elektroda mengakibatkan lapisan pada elektroda menipis. Akibatnya Anda harus kerap menyesuaikan tingkat kerenggangan antara kepala busi dan elektroda.
Cara yang dianjurkan adalah membersihkannya dengan sikat dari kawat. Lakukan beberapa kali hingga benar-benar bersih.
2. Akibat memaksa elektroda yang tipis dengan kepala busi
Bila elektroda menipis, berarti Anda juga harus mendekatkan elektroda dengan kepala busi. Padahal, jarak yang tidak ideal antar keduanya atau terlalu dekat justru akan menyebabkan busi cepat panas atau overheating.
Jarak yang ideal adalah 0,8 milimeter (mm) atau maksimal 0,6 mm. Bila terlalu rapat lantaran elektroda terlalu dekat dengan kepala (karena sudah tipis) putaran mesin juga berat. Akibatnya mesin mengelitik.
Tanda busi yang overheating adalah terdapat kotoran berwarna kekuningan. Selain itu, elektrodanya juga berwarna keunguan.
Namun, bila elektroda sudah tipis dan meskipun tetap menjaga kerenggangan 0,8 mm, hal itu akan tetap menimbulkan masalah. Percikan api tidak sempurna, sehingga stasioner mesin tidak stabil dan koil cepat mati.
Elektroda yang sudah tipis sama seperti jarak yang renggang. Akibatnya koil dipaksa bekerja lebih keras.
3. Hindari merendam busi di bensin atau minyak tanah.
Kebiasaan lain yang juga kerap dilakukan oleh pemilik kendaraan saat membersihkan busi adalah merendam terlebih dahulu peranti itu dengan bensin atau minyak tanah. Tujuannya agar kotoran yang menempel di peranti itu cepat rontok.
Memang, cara seperti itu tidak salah. Hanya, kurang tepat. Cara seperti itu justru memperpendek usia busi.
Meski minyak dan bensin cepat menguap dan badan busi terbuat dari bahan keramik yang keras, tidak tertutup kemungkinan unsur-unsur di bensin atau minyak meresap ke bagian dalam busi.
Selain itu, unsur-unsur pada bensin atau minyak tanah itu justru cepat memicu munculnya kotoran. Bila kotoran menumpuk, busi akan cepat aus.
Karena itu, bila ingin membersihkan kotoran pada busi disarankan untuk menyikatnya dengan sikat dari kawat. Memang dibutuhkan kesabaran, tapi hasilnya lebih maksimal.
Source : http://www.tempo.co/
Selasa, 13 Januari 2015
Tips Merawat Alat Dapur
Menjaga kebersihan alat dapur sangat penting dilakukan dan diperhatikan. Karena sebaik apapun nutrisi bahan makanan yang Anda olah, jika diolah dengan alat yang tidak higienis tentu akan mengganggu kesehatan.
Wajan atau Pan. Setelah menggunakan wajan, segeralah mencucinya dengan bersih. Jangan dengan merendam! Karena bisa jadi kotoran akan kembali ke wajan Anda. Apalagi yang berbau amis. Karena kotoran itu nyatanya tidak pergi kemana-mana, hanya berputar-putar di sekitar rendaman. Lebih bagus membersihkannya dengan air yang mengalir, supaya kotorannya langsung turun dan terbuang. Jika memungkinkan, Anda bisa dengan menyemprotnya. Lalu gunakan sabun pencuci yang memiliki aroma buah supaya jika ada bau tertentu bisa hilang. Seusai membersihkan dengan air, segera lap. Itu sudah cukup untuk membuat wajan bersih. Jangan meletakkan wajan yang sudah bersih begitu saja. Apalagi menumpuknya dengan alat-alat lain dalam posisi mendatar. Yang baik adalah dengan menggantungkannya, sehingga jika ada sisa air yang masih menempel, atau bahkan bahan-bahan tertentu di wajan, mereka akan mengalir jatuh.
Panci atau stockpot. Prinsipnya sama dengan merawat alat-alat lainnya. Setelah menggunakannya, segera dicuci bersih, lalu gantung.
Talenan atau cutting board. Coba perhatikan, ada saja orang yang misalnya sehabis menggunakan talenan untuk memotong ikan atau mungkin ayam, langsung menggunakannya untuk memotong sayuran. Padahal sebaiknya sehabis menggunakan untuk memotong bahan yang satu, segera cuci bersih. Dan gunakan jeruk nipis saat membersihkan. Fungsinya untuk menghilangkan lemak yang menempel. Jika lemaknya sudah tebal sekali, Anda bisa menyiramnya dengan air panas, supaya kuman-kumannya turun.
Pisau. Setelah kita menggunakan pisau, segera cuci sampai bersih. Lalu dilap dengan tisu atau handuk (istilahnya kitchen towel) hingga benar-benar kering. Letakkan di tempat pisau khusus yang bisa Anda dapatkan di pusat perbelanjaan. Tempat pisau khusus diset sedemikian rupa, dengan kemiringan yang pas untuk membuang sisa air. Jika Anda melakukannya dengan benar, Anda bisa menjaga keawetan untuk beberapa tahun. Misalnya selama lima tahun bahkan lebih.
Kompor Portable. Yang harus diperhatikan terutama bagian seperti jarum yang menghubungkan tabung dengan selang ke kompor Anda. Karena di bagian ini terkadang ada kotoran yang menyumbat. Bagian berikutnya adalah bagian yang juga seperti jarum, tempat keluar api di kompor. Karena terkadang cipratan masakan atau lainnya jatuh ke bagian ini, sehingga bisa menyumbat. Alhasil gas tidak keluar dengan baik dan bisa menjadi sarang bagi kuman penyakit. Anda bisa membersihkannya menggunakan glass wol atau busa pembersih.
Mixer atau Blender. Perawatannya-pun sama mudahnya. Segera cuci bersih setelah Anda gunakan, lalu gantung.
Saringan atau strainer. Sama saja dengan merawat alat-alat lainnya. Setelah menggunakannya, segera dicuci bersih. Anda juga bisa menyemprotnya dengan air jika ada kotoran yang terkadang menempel di sela-sela saringan. Lalu gantung.
Source : http://www.menshealth.co.id/
Rabu, 07 Januari 2015
Cara Membersihkan Sepatu Futsal
Cara Membersihkan Sepatu Futsal dengan beberapa tahapan.
Sepatu futsal yang kita miliki tentu harus dibersihkan secara rutin setelah
dipakai. Membersihkan sepatu futsal tentu dimaksudkan agar sepatu yang kita
gunakan untuk melakukan olahraga futsal tersebut terawat dengan baik dan
terhindar dari berbagai macam kotoran. Dengan adanya kotoran yang menempel pada
sepatu tentu akan membuat keawetan sepatu menjadi berkurang serta sepatu
menjadi kusam.
Untuk itu sepatu futsal perlu kita bersihkan agar tidak
cepat rusak serta membuat kita nyaman untuk memakai sepatu tersebut.
Membersihkan sepatu futsal dibagi menjadi beberapa bagian
yaitu:
1.
Outsole (Bagian bawah sepatu atau
tapak sepatu biasanya terbuat dari karet)
2.
Midsole (Bagian Tengah, antara atas
dan bawah biasanya terbuat dari eva)
3.
Upper (Bagian atas sepatu biasanya
terbuat dari kulit)
4.
Lace (Tali Sepatu)
5.
Insole (Bagian dalam sepatu yang
diinjak)
Copot dahulu tali sepatu dan Insole yang bisa di copot.
Usahakan membersihkan bagian-bagian tersebut berurutan dari yang paling mudah
dibersihkan. Gunakan alat yang berbeda untuk tiap bagian karena terbuat dari
bahan yang berbeda atau bersihkan dulu setiap akan membersihkan bagian yang
lain. Okkay kita bahas satu persatu cara membersihkan bagian-bagian tersebut.
1. Membersihkan bagian outsole
Biasanya merupakan bagian yang paling kotor dari sepatu
futsal, jangan sampai kotorannya mengenai bagian lain( Midsole, Upper) Setelah
mengenakan sepatu futsal tersebut untuk bermain futsal, terkadang kita sering
menemukan kerikil kecil masuk dan menyelinap di bagian – bagian tertentu yang
dapat merusak outsole. Dengan demikian, kotoran pada outsole tersebut perlu
kita bersihkan. Untuk membersihkan bagian outsole, kita tidak diperbolehkan
membersihkannya setiap saat. Hal ini dikarenakan jika sering dibersihkan bukan
tidak mungkin malah menyebabkan kerusakan pada outsole. Untuk membersihkannya,
biasanya bagian tersebut dibersihkan dalam jangka waktu seminggu atau bahkan
satu bulan tergantung pada intensitas pemakaian sepatu. Kita sangat dilarang
untuk memasukkan sepatu futsal ke dalam air karena dapat merusak sepatu.
Bersihkan Outsole dengan air yang dialirkan dari ujung
sehingga membasahi keseluruhan outsole. Gunakan sikat untuk membersihkan
kotoran yang tidak hilang dengan air yang mengalir. Gunakan tusuk gigi untuk
kotoran yang masuk sela-sela karet.
2. Membersihkan bagian midsole
Membersihkan midsole gunakan sikat yang berbeda dari alat
untuk membersihkan outsole. Minimal bersihkan dulu sikat yang akan dipakai
jangan sampai ada kotoran yang akan membuat kotor midsole karena midsole ini
bagian yang terlihat saat dipakai dan biasanya berwarna putih, mudah berubah
warna karena kotoran yang melekat. Caranya cukup basahkan sikat dan gosok
dengan lembut dari bagian yang paling bersih dulu kemudian bagian yang paling
kotor. Untuk noda yang membandel gunakan cairan pembersih tetapi jangan sampai
cairan ini mengalir ke bagian upper.
3. Membersihkan bagian upper
Gunakan sikat yang paling lembut untuk membersihkan upper.
Untuk noda membandel gunakan pasta gigi. Caranya poleskan pasta gigi ke kotoran
yang membandel, tunggu 5 menit baru gosok sampai bersih. Ulangi bila belum
hilang sepenuhnya. Bersihkan pasta gigi jangan sampai ada yg tertinggal.
Setelah proses selesai, gunakan lap dari bahan seperti
kanebo untuk mempercepat pengeringan.
Sepatu futsal tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam air.
Oleh sebab itu, jika menggunakan media sikat dan air, maka sikat lah yang harus
dibasahi, bukan sepatunya. Ketika mengeringkannya pun juga tidak diperbolehkan
dijemur, melainkan di angin – anginkan.
Upper terbuat dari berbagai macam bahan, berikut ini cara
membersihkan upper tergantung dari bahannya:
Nylon, canvas, mesh or Flyknit:
Gunakan kain yang lembut, gosok
dengan lembut tambahkan sabun dan air dingin. Keringkan di udara terbuka.
Jangan menggunakan pemutih dan menggunakan cairan pembersih yang kuat.
Kulit (Leather) termasuk suede:
Jangan direndam dalam air. Gunakan
kain yang lembut masukkan kedalam air dingin yang telah diberi cairan pembersih
yang ringan-ringan saja. Sabun khusus untuk sepatu berbahan kulit boleh
digunakan tetapi biasanya membuat kulit sepatu menjadi lembut jadi gunakan
sabun sepatu kulit ini pada sepatu tertentu. Keringkan di udara terbuka.
Kulit Sintetis (Synthetic leather):
Gunakan kain lembut dan sikat
berbulu lembut dan air dingin dicampur sabun pembersih yang ringan. Keringkan
di udara terbuka.
TPU (Thermoplastic polyurethane),
Hyperfuse or other synthetic materials:
Gunakan kain yang lembut, gosok
dengan lembut tambahkan sabun dan air dingin. Keringkan di udara terbuka.
4. Membersihkan Lace (Tali Sepatu)
Copot dahulu tali sepatu, kemudian agar mudah dibersihkan.
Oleskan cairan pembersih yang paling Anda percaya kemudian rendam dalam larutan
cairan pembersih. Bersihkan seperti biasa.
5. Membersihkan Insole (Bagian dalam sepatu yang diinjak)
Apabila insole bisa dicopot, copot dahulu. Namun apabila gak
bisa dicopot jangan dipaksa yah :) karena insole yang dipaksa dicopot biasanya
tidak utuh lagi dan tidak bisa digunakan lagi. Apabila insole tidak bisa
dibersihkan dari bau yang menyengat, nike menyarankan agar mengganti insole,
beli di toko olahraga kesayangan sobat karena insole harganya tidak begitu
mahal dan banyak tersedia di toko olahraga. Nike tidak menjual insole secara
terpisah.
Usahakan membersihkan insole dari kotoran jangan sampai
membuat insole menjadi licin atau menghilangkan merknya. Gunakan sikat yang
lembut dan sabun yang ringan dicampurkan kedalam air dingin.
Apabila Insole bisa dicopot, cara membersihkan insole sepatu
adalah sebagai berikut:
Copot insole
Masukkan kedalam air hangat dan
tambahkan cuka putih selama 3 jam
Rebus air sampai mendidih dan
tambahkan garam, baking soda dan minyak teh (20 tetes) masukkan insole kedalam
larutan kemudian rendam
Keluarkan dari larutan, gosok dengan
sikat yang lembut atau gunakan sponge bob yang biasanya digunakan untuk mencuci
piring. Gunakan sabun pembersih yang dilarutkan kedalam air dingin
Keringkan di udara terbuka
Pakailah kaos kaki saat memakai sepatu untuk mengurangi
keringat masuk kedalam insole yang menyebabkan bau. Jangan masukkan insole
kedalam mesin pencuci. Apabila diperlukan, masukkan insole kedalam freezer
untuk membunuh kuman yang masih melekat yang menyebabkan bau. Masukkan Gel
Silika untuk menjaga sepatu tetap kering.
Tips membersihkan sepatu futsal:
Tidak diguyur air keseluruhan
sepatu.
Tidak direndam.
Tidak dikeringkan di sinar matahari,
pengering, pemanas secara langsung.
Segera bersihkan sepatu setelah
dipakai untuk hasil yang bagus.
Setelah dibersihkan, oleskan mink
oil untuk upper yang terbuat dari kulit asli.
Setelah dibersihkan, simpan sepatu yang terbuat dari kulit
asli di tempat yang kering dan ada aliran udara agar tidak tumbuh jamur.
Source : http://sepatufutsal.web.id/
Kunjungi kami di www.mipacko.com
Langganan:
Komentar (Atom)











